UPT - Bahasa


Politeknik Negeri Madiun

Workshop "Penguatan UPT Bahasa di Perguruan Tinggi Indonesia"

UPT Bahasa PNM yang diwakili oleh Kepala Unit Pelaksana Teknik (UPT) Bahasa diundang untuk mengikuti kegiatan tersebut yang dilaksanakan pada hari Selasa, 18 Juli 2017 di Aula Politeknik Negeri Malang dengan agenda Penguatan UPT Bahasa di Perguruan Tinggi Indonesia. Acara ini diikuti lebih dari 40 peserta dari berbagai Perguruan Tinggi seluruh Indonesia. Secara resmi, acara ini dibuka oleh Direktur Politeknik Negeri Malang yaitu Dr. Ir. Tundung Subali Patma, M.T.

Workshop ini bertujuan untuk mengembangkan UPT Bahasa dan memberi wawasan kepada Perguruan Tinggi yang akan membuka UPT Bahasa. Ada 3 sesi pembagian dalam workshop ini. Sesi I dengan tema Peningkatan Layanan UPT-Bahasa (Language Center Management) dengan narasumber Ratna Rintaningrum, Ph.D. Sesi II dengan tema Pengelolaan Program BIPA dengan narasumber Dr. Gatut, M.M.,M.Pd.. Dan sesi III dengan tema Mengembangkan Self Acces Center sebagai Penunjang Pembelajaran Mandiri bagi Civitas Akademika dengan nara sumber Dr. Sintha Tresnadewi.

Language Centre Management

Program Perencanaan Pusat Bahasa meliputi tiga hal : 1) Program apa, 2) Mengapa menjalankan suatu program, dan 3) Analisa kebutuhan dan keinginan peserta program. Ada beberapa alasan dalam pelaksanan suatu program : a) Mempersiapkan suatu kelompok tertentu yang akan melakukan latihan di luar negeri. b) Mengembangkan suatu kelompok pegawai kelas menengah. Apakah ada rancangan ELT untuk suatu kelompok atau seksi tertentu (akademisi, administrasi, laboran, pustakawan). c) Membuat staf agar bisa bekerja secara lebih efektif. d) Apakah sudah ada data mengenai kemampuan berbahasa inggris pada waktu ini, pelatihan yang sudah diikuti, calon-calon yang akan ikut training?

Penyelenggaraan Program BIPA di Indonesia

Apakah BIPA itu? Idealnya di mana? BIPA idealnya di bawah lembaga yang meliputi beberapa hal, yaitu : layanan cepat, kualifikasi SDM, pijakan akademisi, tata kelola lembaga, dan fasilitas unit lembaga.

Mengapa BIPA : 1) Pintu masuk mahasiswa Internasional, 2) Akreditasi lembaga 3) Promosi lembaga 4) Jejaring luar negeri (MoU, MoA) 5) Pemicu peluang lain (pertukaran) 6) other positive impact.

Mengembangkan Self Acces Center sebagai Penunjang Pembelajaran Mandiri bagi Civitas Akademika

Mengapa belajar mandiri?

Ada beberapa generasi dengan karakter masing-masing, yaitu : Baby Boomer, Generasi X, Generasi Y, Generasi Z, dan Generation Alpha. Terkait dengan hal ini, maka Self Access Center (SAC) pada era sekarang sangat dibutuhkan karena SAC adalah : 1) Tempat untuk belajar mandiri, 2) Mahasiswa mengenali kelemahannya sendiri dan mencari solusinya sendiri 3) Mahasiwa juga mengenali kekuatannya sendiri dan meningkatkannya. (Self-directed learning)

Untuk materi belajar bisa berupa cetak : koran, majalah, graded novels, novels, kamus, peta, ensiklopedi, jurnal kliping, course books. Bisa juga berupa games : board ghames, card games, computer-based games. Serta bisa juga berupa materi yang dikembangkan sendiri untuk belajar mandiri.

Dalam hal ini ada beberapa bentuk aktivitas belajar yaitu : mandiri, berpasangan, berkelompok, terstruktur dan bebas.